Garuda-Garuda Perkasa
Luar biasa!
Horeee...Indonesia lolos ke putaran ketiga Pra Piala Dunia 2014 setelah memenangkan laga kedua kontra Turkmenistan di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta kemarin malam. Indonesia menang 4-3. Dalam leg pertama, Indonesia memaksa Turkmenistan bermain imbang 1-1.
Laga kemarin benar-benar menegangkan, khususnya jelang berakhirnya pertandingan. Ribuan fans tim "Merah Putih" yang hadir di stadion sempat menahan napas selama 15 menit karena Turkmenistan mampu membuat skor menjadi 4-3 (3-0). Gempuran demi gempuran terus dilakukan, di tengah stamina pemain Indonesia sudah drop.
SUPERSOCCER mencatat, ada lima pemain Indonesia yang menjadi 'kunci' kemenangan. Mereka benar-benar tampil gemilangan. Siapa mereka...?
AHMAD BUSTOMI
Semua pasti sepakat, pemain kelahiran Jombang, Jawa Timur, 13 Juli 1985, sosok yang sangat penting di timnas. Berperan sebagai gelandang, Bustomi tampil luar biasa. Umpan-umpan pendeknya serta gocekannya benar-benar luar biasa. Meski berpostur 169cm/65kg, Cimot - demikian dia biasa disapa - mampu berduel dengan pemain-pemain Turkmenistan yang posturnya jauh lebih tinggi. Bahkan, tak jarang, pemain Turkmenistan terkecoh dengan gerak tipu Bustomi. Pemain Turkmenistan terpaksa bermain kasar untuk menjatuhkan Bustomi.

FIRMAN UTINA
Tak sia-sia pelatih Wim Rijsbergen menyematkan ban kapten di lengannya. Mantan pemain Pelita Jaya dan Persija Jakarta merupakan motor serangan Indonesia. Berperan sebagai gelandang, Firman dituntut untuk menjalankan dua tugas sekaligus yakni membantu serangan sekaligus berperan sebagai pemain bertahan. Umpan-umpannya, baik pendek maupun jauh, terarah dan sangat memanjakan pemain depan.

M Ilham
Kecil-kecil cabai rawit. Lincah dan punya kecepatan serta tendangan mematikan. Ciri khasnya, menusuk jantung pertahanan lawan dari sayap kanan. Mampu menggiring bola hingga ke dalam kotak penalti, setelah melewati dua atau tiga pemain lawan. Dia punya andil penting di balik gol pertama Indonesia ke gawang Turkenistan. Pemain mungil ini pulalah yang menyelamatkan Indonesia dari kekalahan di kandang Turkmenistan beberapa waktu lalu. Golnya memaksa Turkmenistan bermain imbang 1-1.

M ROBBY
Taktis dan tanpa kompromi. Mantan pemain Persikad Depok beberapa kali mementahkan peluang emas Turkmenistan. Guna mengamankan lini belakang, Robby harus jatuh bangun, berjibaku. Melihat gaya permainannya, mengingatkan kita kepada Charis Yulianto, eks bek timnas. Sama-sama tinggi, sama-sama petarung. Di bawah kepemimpinan Wim Rijsbergen, Robby masuk skuad inti. Sebelumnya, dia berperan sebagai pemain sub alias lapis kedua.

CHRISTIAN GONZALES
Dua jempol untuk El Loco. Dua gol yang dia lesakkan ke gawang Turkmenistan membuktikan kalau pemain naturalasi ini merupakan salah satu mesin gol terbaik yang dimiliki Indonesia. Dibutuhkan dua atau tiga pemain untuk mematikan pergerakan pemain berdarah Uruguay ini. Hebatnya, meski mendapat pengawal ekstra ketat, El Loco masih bisa lolos dan "menari-nari" di kotak penalti.

Indonesia 4 - 3 Turkmenistan
Forza Indonesia!
Indo
nesia lolos ke babak ketiga Pra Piala Dunia 2014 setelah sukses mengalahkan Turkmenistan 4-3 dalam leg kedua penyisihan di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta kemarin malamn. Pada leg pertama, Indonesia memaksa Turkmenistan bermain imbang 1-1.Keempat gol Indonesia dicetak oleh Cristian 'El Loco' Gonzales (dua gol), M Nasuha, dan M Ridwan. Sedangkan ketiga gol Turkmenistan masing-masing diceploskan oleh Arslanmurad Amanov, Berdy Shamuradov, dan Gahrymanberdy Chonkaev.
Didukung ribuan fans fanatiknya, Firman Utina dan kawan-kawan tampil trengginas sejak menit-menit awal. Tim besutan Wim Rijsbergen mengepung lini belakang The Green Man. Pemain-pemain belakang Turkmenistan harus kerja eksra keras untuk membendung gempuran-gempuran Indonesia.

Di babak pertama, Indonesia unggul 3-0. Dua gol dicetak El Loco dan satu gol lagi oleh M Nasuha. Memasuki babak kedua, Indonesia sama sekali tak menurunkan tempo permainan. Sejumlah peluang tercipta, hanya saja tak bisa dimanfaatkan dengan baik oleh pemain depan Indonesia. Jelang berakhirnya laga, Turkmenistan bermain dengan 10 orang, menyusul kartu kuning kedua (merah) yang diterima Bahtiyar Hojaahmedov karena menyikut M Ridwan.
Meski kalah dalam jumlah pemain, Turkmenistan tak patah semangat. Dua gol tambahan tercipta. Turkemenistan akhirnya mengakui kemenangan Indonesia setelah wasit menipu peluit panjang tanda berakhirnya laga.
Susunan pemain
Indonesia: Feri Rotinsulu, M Nasuha, Zulkifli Syukur, Ricardo Salampessy/Hamka Hamzah, M Roby; M Ridwan, Firman Utina/Tony Sucipto, Ahmad Bustomi, M Ilham/Oktovianus Maniani; Boaz Solossa, Cristian Gonzales
Turkmenistan: Maksatmyrat Smayradov ; Gochgulev Gocguly, Annageldiyev Begli, Maksim Belyh, David Sarkisov; Hangeldiyev Guvanch, Bahtiyar, Abylov Guvanch; Berdy Shamuradov, Mingazow, Conkayev
Tidak ada komentar:
Posting Komentar