Rabu, 29 Juni 2011

Boaz Theofilius Erwin Solossa

Boaz Solossa

Nama Lengkap : Boaz Theofilius Erwin Solossa
Tempat Lahir : Sorong, Papua
Tanggal Lahir : 16 Maret 1986
Kebangsaan : Indonesia
Posisi : Penyerang
Bermain di Klub : Persipura Jayapura

Boaz Theofilius Erwin Solossa atau lebih dikenal dengan Boaz Solossa lahir pada tanggal 16 Maret 1986 di Sorong, Papua. Pemain berkebangsaan Indonesia ini bermain sebagai penyerang yang berposisi di sebelah kiri lapangan. Boaz terkenal dengan kekuatan kedua kakinya. Meski lebih dominan pada kaki kiri tetapi kaki kanannya juga sangat berbahaya.

Boaz lahir dalam keluarga Solossa yang terkenal di Papua. Pamannya, Jaap Solossa, pernah menjadi gubernur dari Papua. Boaz lahir di keluarga pesepak bola dan merupakan anak bungsu dari 5 bersaudara. Kebanyakan saudaranya berprofesi sebagai pemain sepak bola profesional, seperti Ortizan Solossa dan Nehemia Solossa.

Bakat Boaz mulai dikenal luas setelah tampil menawan di Piala Tiger 2004, Di ajang itu dia mencetak 4 gol. Bersama dengan Ilham Jayakesuma yag mencetak 5 gol, memuncaki daftar top scorer.

Namun pada 25 Oktober 2005, Boaz dijatuhi hukuman skorsing selama satu tahun tidak boleh bermain sepak bola di ajang nasional maupun internasional oleh PSSI karena terbukti menendang wasit dalam pertandingan Piala Indonesia antara Persipura melawan Persebaya pada 12 September 2005. Akibatnya kemampuannya menjadi menurun, dan manajer tim nasional Indonesia saat itu, Peter Withe, mencoretnya dari tim nasional pada tahun 2006.

Baru pada tanggal 28 Maret 2007 Boaz kembali dipanggil dalam timnas U-23 ketika melawan Lebanon, di mana Indonesia kalah 1-2.

Boaz Siap Go International

Karier Boaz Solossa sebagai pemain di kancah persepakbolaan Indonesia boleh dibilang sudah lengkap. Kini Bochi siap membuka lembaran baru dengan berkarier di kompetisi negara lain.

Tiga trofi Indonesia Super League (ISL) dan satu Piala Indonesia adalah persembahan tertinggi bagi klubnya. Sementara itu bagi pribadinya, musim ini adalah puncaknya di mana ia menggaet gelar topskorer ISL dengan 22 gol dan pemain terbaik musim ini.

Jelas dengan pencapaian ini, dirasa tak ada yang perlu lagi dicapai Boaz di level kompetisi lokal bersama Persipura. Satu lagi misinya adalah membawa Persipura menjadi juara Piala AFC di mana tim ini sudah mencapai babak perempatfinal.

Dengan talentanya saat ini dan usianya yang baru 25 tahun, Boaz pun banyak diminati klub-klub dalam maupun luar negeri dan salah satunya adalah peserta Liga Super Malaysia, Selangor FC.

Hal yang mana disambut baik oleh Boaz meski diakuinya sampat saat ini belum ada tawaran yang datang pada dirinya.

“Untuk regenerasi saya siap go international. Hanya saja saya belum dikontak tim-tim dari luar negeri," aku Boaz kepada wartawan usai laga Perang Bintang, Rabu (29/6/2011) malam WIT di Stadion Mandala, Jayapura.

Lebih lanjut pemain kelahiran Sorong itu mengomentari keberhasilan membawa Persipura jadi juara serta meraih dua penghargaan yakni Sepatu Emas dan Bola Emas sebagai Pemain Terbaik ISL. Total hadiah yang disabet kapten Persipura itu adalah Rp 200 juta.

“Adalah suatu hal yang biasa meraih penghargaan dalam sepak bola. Saya akan berusaha tampil lebih baik lagi di musim-musim mendatang,” tutupnya.

Gelar pribadi ganda berhasil direbut kapten tim Persipura Jayapura, Boaz Solossa di akhir musim Liga Super Indonesia (ISL) 2010/2011 ini. Yakni, gelar pemain terbaik dan top skor.
Perolehan 22 gol di ISL musim ini, membuatnya tak terkejar pesaing terdekatnya yakni Edward Junior Wilson dari Semen Padang. Kepastian tampilnya penyerang haus gol itu sebagai pemain terbaik ISL musim ini, diumumkan langsung Presiden Direktur PT Badan Liga Indonesia, Andi Darussalam, usai laga Perang Bintang di Stadion Mandala Jayapura, Rabu malam (29/6), sekaligus penyerahan trophy juara ISL.
"Tampil sebagai pemain terbaik ISL musim ini, Boas Solossa, mengalahkan dua kandidat lainnya Bambang Pamungkas dan Aldo Bareto," ucap Andi Darusalam yang disambut gemuruh teriakan ribuan Persipura Mania di stadion Mandala.
Dengan dua gelar yang diraihnya di ISL musim ini, pemain yag sempat dicoret Alfred Riedl di persiapan Piala AFF tahun lalu itu pun berhak mendapatkan sepatu emas serta total uang tunai senilai 200 juta rupiah.
Keluarnya Boas Solossa sebagai Pemain Terbaik sekaligus Top Skor ISL musim ini, sekaligus semakin memantapkan hasil yang diraih tim Persipura Jayapura musim ini, yang telah mengunci gelar juara sebelum liga usai.
"Ini suatu berkah dari Tuhan dan dukungan masyarakat Papua. keberhasilan ini adalah buah kerja semua tim, dan sangat membanggakan Persipura meraih hasil maksimal di ISL musim ini," tutur Boaz. 
Dua gol Zah Rahan mengantarkan Persipura Jayapura menaklukkan tim All Star ISL 2010-1011 dengan skor tipis 2-1 dalam ajang Perang Bintang Di Stadion Mandala Jayapura, Rabu (29/6).
Tampil dengan pemain terbaik berdasarkan pilihan polling SMS, tim All Star langsung mencoba mengancam melalui tendangan keras Ronald Fagundez yang masih melebar tipis di gawang Persipura.
Sementara Persipura mereka mendapatkan peluang pertama mereka melalui tendangan keras Zah Rahan dari luar kotak penalti setelah melakukan umpan satu dua dengan Boaz Solossa. Namun Ferry Rotinsulu masih terlalu tangguh untuk ditaklukkan. Pada menit ke-16 Ferry kembali menjadi pahlawan bagi tim All Star setelah mematahkan tendangan Ian Louis Kabes dari sisi kiri, yang tinggal berhadapan dengannya.
Tim All Star akhirnya unggul terlebih dahulu pada menit ke 30. Sebuah umpan jauh dikirimkan oleh Aldo Baretto ke Muhammad Ridwan yang bebas di sisi kanan. Dengan sedikit mengecoh Fiktor Igbonefo, tendangan kaki kiri Ridwan sukses bersarang di kiri gawang Persipura. Skor berubah 1-0.
Bukan Persipura kalau langsung mengendor jika tertinggal. Hanya butuh waktu 10 menit saja bagi juara ISL 2010-2011 ini untuk menyamakan kedudukan. Setelah sempat membalas melalui gol Titus Bonai yang harus dianulir wasit karena terjebak offside, Persipura pun akhirnya mendapatkan gol mereka.
Boaz Solossa lepas dari kawalan Zulkifli Sukur dan mengarahkan bola ke depan gawang All Star. Zah Rahan Karangar yang mendapatkan bola tersebut dengan mudah menyamakan kedudukan karena Ferry Rotinsulu sudah keluar menyambut Boaz. Skor berubah menjadi 1-1.
Malangnya, Ferry dan Zulkifli harus ditarik keluar usai benturan tadi, Kurnia Meiga dan M. Roby masuk menggantikan keduanya. Sementara Bambang Pamungkas pun dimasukkan menggantikan Cristian Gonzales sebelum babak pertama usai dengan skor 1-1.
Di babak kedua, Persipura menunjukkan kelasnya. Belum genap semenit laga babak kedua berjalan, Titus Bonai memberi ancaman dengan melepaskan tendangan dari kanan. Namun, tendangannya masih tepat mengarah ke Kurnia Meiga.
Zah Rahan Karangar akhirnya tampil menjadi pahlawan bagi Persipura setelah ia yang lolos dari jebakan offside, sukses menaklukkan Kurnia Meiga Hermansyah di menit ke-82.
Hingga wasit terbaik ISL 2010-2011, Jimmy Napitupulu meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, skor 2-1 tetap tak berubah. Persipura pun seolah menahbiskan diri, kalau mereka memang pantas jadi tim juara ISL 2010-2011.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar