Senin, 12 Desember 2011

10 Partai Klasik Penuh Makna Dari Perang Saudara El Clasico

Pertemuan kedua tim paling sukses di ranah Spanyol ini selalu menghadirkan tensi panas sebelum dan sepanjang pertandingan, dengan banyak insiden serta kontroversi yang melingkupinya.

Berikut adalah beberapa partai Clasico yang memiliki makna penting dalam rivalitas kedua tim:

1. Real Madrid 11-1 Barcelona
(Copa del Generalisimo semi-final, 1942-43)
Lihat videonya di sini

Ini adalah kemenangan terbesar Madrid atas Barcelona, namun juga masih dipenuhi kisah kontroversial yang menyeruak darinya. Barcelona sudah memenangi leg pertama dengan skor 3-0 di kandang mereka kala itu, Les Corts, dan muncul sentimen di Madrid jika publik tuan rumah terlalu kuat menunjukkan rasa kebanggaan mereka atas tanah Catalan dengan sambutan panas pada tim tamu. Kala itu tensi memang begitu panas sehingga laga kedua tim kerap dijadikan sebagai simbol perang saudara di Spanyol.

Dan penguasa Spanyol kala itu, Jenderal Franco dikabarkan amat gusar dengan penampilan klub asal ibukota itu dan memerintahkan menteri pertahanan kala itu untuk mengeluarkan 'peringatan' pada para pemain Barca jelang leg kedua di Madrid. Dan meski hal tersebut kemudian dibantah oleh dua penggawa Barca yang bermain kala itu, Domenec Balmanya dan Josep Escola, namun Barca bukanlah tim yang sama di pertandingan leg kedua. Madrid membuka keunggulan di menit kelima dan terus menggila sebelum tim tamu mencetak gol hiburan di menit 89. Madrid melaju ke final dengan agregat 11-4, namun di partai puncak mereka tumbang dari Athletic Bilbao 1-0 lewat babak perpanjangan waktu.

2. Real Madrid 5-0 Barcelona
(La Liga, 1953-54)
Lihat videonya di sini

Di awal musim 1953-1954, Real Madrid sudah melalui dua dekade tanpa tambahan trofi dari dua gelar juara liga mereka, namun kedatangan Alfredo di Stefano yang kontroversial sebulan sebelumnya, segalanya pun berubah.

Tanggal 25 Oktober, dalam laga pertamanya lawan Barcelona - tim yang sudah memenangi empat gelar liga dalam enam musim sebelumnya, Di Stefano menjadi bintang dalam kemenangan 5-0 tersebut. Ia membuka skor dari jarak dekat di menit kelima, sebelum mengkreasikan dua gol cepat Roque Olsen, dan digenapi menjadi 4-0 oleh gol Luis Molowny sebelum jeda. Di Stefano menambah satu gol lagi lima menit jelang bubaran, dan Madrid pun kemudian melahirkan salah satu generasi terbaik mereka.

Harian ABC melabeli laga tersebut sebagai 'pukulan telak untuk prestise Barcelona' dan raksasa Catalan itu berusaha membalas dendam di kandang mereka, Les Corts Stadium. Mereka sukses melakukannya dengan memukul Madrid 5-1di mana  gol balasan tim tamu kembali dilesakkan Di Stefano, yang di musim itu finis sebagai top skorer liga dengan 29 gol. Namun yang lebih istimewa, Madrid akhirnya finis di puncak klasemen untuk mengakhiri penantian panjang mereka akan sukses.

3. Real Madrid 2-2 Barcelona; Barcelona 2-1 Real Madrid
(Putaran pertama Piala Eropa, 1960-61)
Lihat videonya di sini

Saat Piala Eropa mulai dihidupkan di musim 1955-1956, Madrid terus menjadi raja yang tak tergoyahkan selama separuh dekade. Di jalan menuju kesuksesan kelima mereka pada tahun 1960, mereka menghancurkan Barca dengan agregat 6-2 di semifinal. Namun di putaran pertama musim 1960-1961, Barca menuntaskan dendamnya dengan menghempaskan dominasi sang rival dengan agregat 4-3.

Barcelona saat itu memilih pindah kandang ke Camp Nou dengan biaya hampir 1.750.000 pound, langkah yang membuat mereka terperangkap utang sebesar 1 juta pound, dan berharap pada para pemainnya untuk memastikan perjudian itu terbayar. Kekalahan Barca 6-2 atas Madrid berbuntut pada pergantian pelatih dari Helenio Herrera kepada mantan pelatih Juventus dan PSV Eindhoven, Ljubisa Brocic di bulan Juni 1960.

Di pertemuan pertama kontra Madrid, Barca sudah tertinggal saat laga belum genap dua menit lewat gol Enrique Mateos, namun Luis Suarez menyamakan kedudukan di menit 27. Francisco Gento mengembalikan keunggulan Madrid, namun dua menit jelang usai, wasit asal Inggris menghadiahkan penalti kontroversial yang disempurnakan oleh Suarez untuk mengakhiri laga dengan skor 2-2.

Barca menjadi favorit pada laga leg kedua yang disaksikan 125.000 fans, dan mereka lebih beruntung dari Madrid yang sejatinya tampil lebih superior. Wasit Inggris, Reg Leafe membatalkan tiga gol tamu karena offside,  dan juga mengancam akan mengusir gelandang Madrid, Luis del Sol jika protes mereka tak mereda. Barca unggul lewat tembakan Ramon Alberto Villaverde yang membelok masuk gawang 10 menit sebelum jeda, sebelum digandakan Evaristo di menit 81. Gelombang serangan Madrid hanya berbuah satu gol Canario empat menit sebelum laga usai, dan presiden Madrid Santiago Bernabeu pun menyematkan sindiran pada wasit sebagai 'pemain terbaik Barca'. Barca mendapatkan keuntungan finansial dari keberhasilan mereka tersebut, dan melaju ke final sebelum ditaklukkan Benfica.

4. Real Madrid 0-5 Barcelona
(La Liga, 1973-74)
Lihat videonya di sini

Untuk beberapa saat, laga antara Madrid versus Barca menjadi pertemuan yang ketat. Sejak 1966 ke depan, hanya satu pertemuan di semua ajang yang ditentukan oleh lebih dari satu gol - kemenangan Madrid 2-0 di final Copa Del Rey 1969-1970. Namun semuanya berubah di bulan Februari 1974 ketika pria Belanda bernama Johan Cruyff yang melakoni debutnya bersama Barcelona, namun sudah mengobrak-abrik kandang Madrid.

Pemain asal Belanda itu memberikan 3 assist dan juga satu gol solo indah yang membawa Barca menjaga keunggulan sembilan poin di puncak klasemen, sementara Madrid harus turun ke posisi kesembilan. Barcelona akhirnya memenangi gelar juara mereka tahun itu, atau yang pertama sejak 1960.

Madrid akhirnya memang membalas kekalahan memalukan itu dengan skor 4-0 di final Copa Del Rey pada bulan Juni, namun Barca harus bermain penuh keterbatasan karena aturan kala itu mencegah pemain asing ikut ambil bagian dalam turnamen. Namun demikian, Cruyff sendiri harus memperkuat timnas Belanda di Piala Dunia 1974, sementara pelatih Rinus Michels yang merangkap pelatih Belanda, juga harus melakukan penerbangan bolak-balik dari Jerman Barat ke Catalan untuk menyeimbangkan tanggung jawabnya.

5. Barcelona 5-0 Real Madrid
(La Liga, 1993-94)
Lihat videonya di sini

Januari 1994, Barcelona mencatat kemenangan terbesar mereka atas Real Madrid di Camp Nou sejak musim 1944-1945. Romario membukukan hat-trick, ditambah dengan tendangan bebas Ronald Koeman serta gol di menit akhir dari Ivan Iglesias untuk kemenangan pasukan Johan Cruyff.

Real Madrid sendiri melakoni start terburuk mereka selama 40 tahun, dan memberikan tekanan pada pelatih Benito Floro, yang sebelumnya sudah mendapat jaminan kepercayaan dari Madrid. Pemecatan Floro pun sulit dilakukan karena saat itu Madrid memiliki utang sebesar 25 juta pound. Namun setelah kekalahan 2-1 atas Lerida di bulan Maret, ditambah Madrid berhasil mengumpulkan dana yang cukup, maka mereka pun tak ragu mendepak Floro - pemecatan pelatih keenam mereka dalam dekade baru, dan digantikan oleh Vicente Del Bosque sebagai pelatih caretaker.

6. Real Madrid 5-0 Barcelona
(La Liga, 1994-95)
Lihat videonya di sini

Hampir setahun setelah dilibas di Camp Nou, Real Madrid akhirnya bisa membalas sang rival di Bernabeu. Meski Los Blancos tak menambah koleksi 25 gelar juara mereka sejak 1990, penunjukan Jorge Valdano sebagai pelatih memunculkan optimisme. Mereka pun menuju status sebagai jawara paruh musim ketika mereka menumpas sang rival yang juga juara bertahan dengan skor 5-0.

Ivan Zamorano menjadi inspirasi Madrid ketika penyerang asal Chile itu mencetak hat-trick di babak pertama, sebelum penyerang Barca Hristo Stoichkov membantu tuan rumah dengan kartu merah yang ia terima akibat menginjak Quique Flores di akhir babak pertama. Luis Enrique memperbesar keunggulan Madrid di menit 68, sebelum Zamorano memberikan assist untuk gol Jose Amavisca dua menit kemudian.

Untuk Michael Laudrup, kemenangan itu cukup bermakna: ia tampil untuk Barca dalam kemenangan 5-0 mereka, sebelum dijual ke Madrid akibat berselisih dengan Johan Cruyff, dan membela Madrid dalam kemenangan dengan skor yang sama. Sementara Romario, yang tak menunjukkan komitmen besar musim itu dan membuat gusar Cruyff, dilepas ke Flamengo beberap hari usai kekalahan tersebut. Madrid akhirnya memenangi gelar ke-26 mereka musim itu, dan di akhir musim Laudrup hengkang dengan medali La Liga beruntun kelimanya.

7. Barcelona 0-2 Real Madrid; Real Madrid 1-1 Barcelona
(Semifinal Liga Champions, 2001-02)

Laga ini dilabeli media Spanyol sebagai 'Duel Abad Ini' dan diperkirakan menarik perhatian sekitar 500 juta pemirsa global. Namun pertandingan tampak sudah usia setelah leg pertama. Tanpa kehadiran dua pilarnya, Xavi dan Rivaldo, Barca dipaksa menyerah oleh gol Zinedine Zidane sembilan menit memasuki babak kedua dan digenapkan oleh Steve McManaman di injury time babak kedua.

Madrid yang berusaha meraih gelar kesembilan mereka di Eropa sudah menapakkan satu kaki mereka pada final di Hampden Park, sebelum drama besar terjadi di Bernabeu ketika bom mobil dari kelompok separatis meledak dekat stadion empat jam sebelum kickoff leg kedua, meruntuhkan sebagian atap di ruang trofi. 16 orang cedera dan sempat muncul pembicaraan jika laga bakal dihentikan, sebelum akhirnya diputuskan untuk tetap berjalan.

Dan dalam pertandingan tendangan jarak jauh Raul memperlebar keunggulan Madrid di babak pertama, dan meski Ivan Helguera membuat gol bunuh diri sesaat usai turun minum, Barca tak mampu membalas dan tumbang lewat agregat 3-1.

8. Barcelona 0-0 Real Madrid
(La Liga, 2002-03)
Lihat videonya di sini

Meski tak menghasilkan satu gol pun, pertemuan kedua tim pada bulan November di Camp Nou itu akan selalu jadi pertandingan paling dikenang, karena inilah laga di mana Luis Figo dilempar kepala babi karena memutuskan menyeberang dari Barcelona ke Madrid. Kepala babi itu bukan satu-satunya objek yang dilemparkan oleh sekitar 98.000 fans tuan rumah karena Figo seolah 'memprovokasi' dengan tak terburu-buru mengambil tendangan sudut di depan bekas pendukung setianya. Laga pun bahkan sempat dihentikan di menit 75.

"Ini merupakan hal yang memalukan untuk sepak bola Spanyol. Ini semua sudah melewati batas-batas rivalitas," kecam direktur Madrid, Jorge Valdano kala itu.

9. Real Madrid 2-6 Barcelona
(La Liga, 2008-09)
Lihat videonya di sini

Jelang partai Clasico Desember 2008, pelatih Madrid, Bernd Schuster menggiring kepalanya sendiri dalam pemecatan ketika ia menyebut kemenangan di Camp Nou adalah hal yang mustahil. Ia kemudian memang didepak dan Juande Ramos menggantikan perannya di bench Madrid, namun sang pelatih baru tak mampu mencegah Barcelona menang dengan skor 2-0. Barca membuka gap menjadi 12 poin dan menegaskan keyakinan Schuster.

Meski demikian, di bawah Ramos, Madrid menikmati kebangkitan yang luar biasa: mereka menang 17 kali dan meraih hasil imbang dalam 18 laga berikutnya, serta memangkas jarak menjadi empat poin saja jelang pertemuan Clasico kedua di Bernabeu pada bulan Mei.

Saat Gonzalo Higuain membawa Madrid unggul di menit 14, misi yang tampaknya mustahil itu kian mendekati kenyataan, namun Thierry Henry kemudian menyamakan kedudukan empat menit berselang, dan setelah itu pertandingan sepenuhnya menjadi milik Barca. Carles Puyol membawa tim tamu unggul 2-1 di menit 20, Lionel Messi menambahkan gol ketiga di menit 36, dan meski Sergio Ramos sempat memperkecil ketinggalan tuan rumah menjadi 3-2 usai jeda, Henry mencetak gol keduanya untuk membawa Barca kembali menjauh, sebelum Messi dan Gerard Pique melengkapi kedigdayaan Barcelona.

10. Barcelona 5-0 Real Madrid
(La Liga, 2010-11)
Lihat videonya di sini

Barcelona telah memberikan banyak pelajaran sepak bola sejak pengangkatan Pep Guardiola menjadi pelatih di tahun 2008, dan kemenangan pada partai Clasico November 2010 lalu mungkin akan dicatat sebagai pemuncak dari upaya mereka mencapai kesempurnaan.

Jose Mourinho, yang bersama Inter menyingkirkan Barca di jalan mereka menjuarai Liga Champions setahun sebelumnya, melakukan start yang brilian dari semua pelatih Madrid dalam sejarah, namun ia tak berdaya mencegah anak asuhnya dibantai sang rival di Camp Nou. Xavi dan Pedro sudah membuat tuan rumah unggul 2-0 di babak pertama sebelum digandakan dua gol David Villa seusai jeda serta gol menit akhir dari Jeffren, menegaskan dominasi Blaugrana.

Bahkan Mourinho sendiri kala itu mengakui keunggulan mutlak sang rival dengan mengatakan, "Ini merupakan hasil yang buruk untuk kami, dalam sejarah. Ini menyedihkan untuk kami namun tak sulit untuk saya telan, ini mudah saya terima karena memang fair. Kami bermain amat, amat buruk dan mereka fantastis."

Momen-Momen Tak Terlupakan di El Clasico


Oleh: Alexander Wibowo

Pertemuan antara Real Madrid vs Barcelona jelas lebih dari sekedar sepak bola, ini juga tentang harga diri, ini rivalitas, dan ini adalah segalanya. Prinsip itulah yang selalu dipegang oleh personil keduanya.

Maka tak heran jika setiap musim La Liga akan dimulai, semua mata tertuju pada Jornada ke berapa pertemuan antara dua musuh bebuyutan itu akan berlangsung nantinya.

Hari yang akan bermakna sakral bagi setiap Madridistas dan juga Cules, termasuk untuk pertemuan yang ke-216 hari Minggu (11/12) mendatang. Sebelum menikmati laga tersebut ada baiknya kita mengulik memori ke belakang, menyimak kejadian-kejadian penting yang pernah menghiasi rivalitas abadi ini.

Barca memberi Guard of Honour Pada Madrid di musim 2007-08

Ketika musuh bebuyutan diminta memberikan hormat kepada musuhnya jelas ibarat dipermalukan. Pada musim 2007-2008 itu terjadi untuk Barcelona, mereka dipaksa membuat barisan penghormatan menyambut punggawa-punggawa Los Blancos memasuki lapangan.

Guard of Honour sendiri adalah sebuah tradisi di Spanyol, jawara musim terakhir harus diberikan sebuah penghormatan untuk pembukaan musim baru pada periode berikutnya. Madrid akhirnya mempermalukan Barca lebih lanjut saat mereka menang 4-1 dan menyabet kembali gelar La Liga musim itu.

Hat-trick Wonderkid bernama Messi di musim 2006-07

Pada musim 2006-2007 tidak bisa dibantah, bintang utama Barca masihlah Ronaldinho, si nomor 10 saat itu. Sihir pria Brasil itu begitu berkilau terang hingga akhirnya ada bocah latin lain lagi yang siap meneruskan sihir-sihirnya.

Messi muda saat itu sanggup mencetak hat-trick sensasional, momen yang diyakini membuat banyak pihak tersadar, bahwa bintang dunia berikutnya adalah bocah ini, hal yang akhirnya benar-benar terbukti kendati usianya saat ini baru 24 tahun.

Kepala Babi Untuk Figo

Luis Figo adalah salah satu pemain penting bagi Barcelona sebelum ia secara kontroversial 'berkhianat' ke Bernabeu. Pembelian dengan melibatkan uang besar, sekaligus mengawali proyek mega bintang yang saat itu dijalankan oleh Los Galacticos.

Kemudian di musim itu, ketika si Portugal balik ke Nou Camp apa yang menyambutnya? Lemparan aneka ragam barang untuknya saat mengambil corner bagi Los Blancos, termasuk kepala babi yang terpenggal.

Gol tunggal Ronaldo untuk gelar tunggal Madrid 2010-2011

Memang benar Copa del Rey tak sebesar La Liga, namun kemenangan atas Barca jelas beda maknanya bagi Madrid. Karena selain merebut gelar di partai puncak. Ini juga merupakan kemenangan perdana Madrid atas pasukan Catalunya semenjak Guardiola melatih mereka di tahun 2008.

Trofi ini juga merupakan gelar perdana Si Putih bersama Real Madrid yang baru datang awal musim lalu, setelah merengkuh treble winners bersama Internazionale Milan di musim sebelumnya. Gol sundulan Ronaldo di extra time menjadi penentu skor 1-0.

Ronaldinho mendapat Standing Ovation di Bernabeu

Dengan kentalnya permusuhan antara kedua kubu jelas tak banyak respek yang diberikan oleh keduanya. Namun Ronaldinho termasuk menjadi salah satu persona yang beruntung dalam sejarah Clasico.

Ia mendapatkan tepuk tangan tersebut setelah ia mencetak gol secara indah dari sisi kiri menaklukkan Casillas. Gol individual yang untuk sesaat membuat pendukung Madrid ramah kepada pemain Barca, padahal itu adalah momen langka.

Tuduhan teori konspirasi Mourinho untuk Barca

Setelah kalah di Liga Champions dengan skor 2-0, Mourinho menyebut bahwa Barcelona dan UEFA telah bersekongkol untuk menjatuhkan timnya. Dia menyebut empat nama wasit yang terlibat dengan 'keberuntungan' Barca. Hal yang akhirnya membuat The Special One dijatuhi skorsing UEFA di awal musim ini.

Alfredo di Stefano Bukukan Quat-trick ke gawang Barca

Di Stefano adalah seorang pemain tengah, saat itu sama-sama dinginkan oleh Barcelona dan juga Madrid, namun Los Blancos yang beruntung sanggup meminangnya. Meski itu semua melalui proses yang kontroversial.

Dia saat itu benar-benar mengubah peruntungan Real, dahaga gelar akhirnya terselesaikan begitu pemain Argentina ini datang ke Bernabeu, bahkan bisa disebut tahun keemasan. Dalam penampilannya yang pertama di El Clasico Di Stefano mencetak 4 gol dalam satu laga, dan langsung membuatnya menjadi pujaan Madridtistas

Gol Mahal Zlatan Ibrahimovic

Ketika Guardiola dan pasukannya meraih semua trofi pada musim 2008-2009 Real Madrid murka dengan mendatangkan muka-muka baru yang termasuk kelas atas di musim berikutnya. Dari mulai Benzema, Xabi Alonso, Ronaldo hingga Kaka didatangkan.

Barcelona meresponnya dengan melakukan pembelian mahal pula, yakni berupa Zlatan Ibrahimovic dari Inter Milan senilai 65 Juta US Dollar. Ketika Clasico dimainkan di musim itu laga berjalan ketat, perbedaan di laga ini disuguhkan oleh Ibra yang mencetak gol tunggal kemenangan pasukan Catalunya. Sekali lagi Madrid tersadar parade bintang-bintang belum sanggup menggoyang dominasi Barca.

PARA SIEMPRE REAL MADRID !!!

Kamis, 03 November 2011

25 Tahun Ferguson di United, Dari Rawan Pecat Hingga Manajer Terbaik Sepanjang Masa

Oleh: Zulfikar Aleksandri
Seperempat abad alias 25 tahun bukan waktu yang sebentar. Orang menyebutnya dengan istilah "usia perak". Dan akhir pekan ini, Sir Alex Ferguson genap seperempat abad membangun istana Manchester United dengan puluhan trofi juara yang mengiringi karir fenomenal manajer terbaik sepanjang sejarah sepak bola Inggris tersebut.


Alex Ferguson dan Martin Edwards saat pertama kali perkenala sebagai pelatih Manchester United tahun 1986 lalu menggantikan Ron Atkinson. (foto: Mirror)

Namun tahukah anda, pada awal karirnya di Manchester, Ferguson pun mengalami hal yang sama dengan Carlo Ancelotti atau Luis Felipe Scolari di Chelsea yakni rawan pecat?

Adalah mantan direktur eksekutif United Martin Edwards yang menceritakan kisah perjalanan awal karir pria asal Skotlandia tersebut, ketika Ferguson mengambil alih tampuk kepelatihan dari Ron Atkinson di Manchester Untited.

Edwards mengakui bahwa Ferguson hampir kehilangan pekerjaannya andai direksi dan fans tak mau sedikit bersabar.

Dibandingkan Roberto Mancini yang meraih Piala FA dua musim setelah diangkat sebagai pelatih City, Ferguson sebenarnya mengalami periode hampa gelar lebih lama. Ia baru mempersembahkan trofi pertama untuk United pada tahun 1990, yakni Piala FA, empat tahun setelah Ferguson menjadi pelatih di United.

"Periode awal kepelatihan Ferguson adalah situasi yang sangat sulit," kata Edwards pada Mirror. "Alex datang pada November 1986 dan baru Mei 1990 ia memberi kami trofi pertama,"

"Bahkan setelah itu, butuh tujuh tahun hingga kami menjuarai liga pertama kali bersama Alex. Jadi, semua memang sangat sulit pada awalnya. Tapi kami tahu bagaimana ia bekerja sangat keras. Ia mengubah sistem pemandu bakat dan skuad junior,"

"Kami tahu apa yang ia kerjakan dan kami berharap segera mendapatkan hasil, karena suporter terus memberi tekanan. Posisi Alex tak pernah didiskusikan oleh direksi, tapi banyak orang mengatakan (saat itu) ia bukan orang yang tepat untuk pekerjaan ini,"

"Kekhawatiran terbesar saya adalah bila ia tak kunjung sukses, kemudian tekanan semakin besar, maka kami harus mengambil keputusan. Saat itu, bila dalam enam bulan tak ada perubahan, kami harus melakukan sesuatu. Kami ingin Alex survive, dan syukurlah hal itu akhirnya datang juga,"

Sejak menggantikan Atkinson, Ferguson telah meraih 12 trofi juara Premier League, dua Liga Champions, lima Piala FA, dan tiga Piala Liga, belum termasuk piala interkontinental, periode 25 tahun tersukses dalam sejarah klub yang berdiri tahun 1878 itu.

Namun Edwards mengakui bahwa ia dan anggota direksi United lainnya saat itu -Sir Bobby Charlton, Maurice Watkins dan Mike Edelson- tak pernah mengira akan datangnya kesuksesan besar dan kebersamaan yang begitu lama ketika menarik Ferguson dari klub Skotlandia, Aberdeen.

"Saya pikir tak ada yang memprediksi ia (Ferguson) akan di sini selama 25 tahun," ujar Edwards. "Dalam era sepak bola modern, itu sangat fenomenal,"

"Saat itu kami hanya berpikir mencari manajer yang bisa melatih tim ini dan membawa kami juara liga. Bila ia bisa melakukannya, tentu ia akan bertahan lebih lama di tim ini. Bahkan 10 tahun adalah waktu yang sangat lama untuk seorang manajer, tapi 25 tahun adalah level tertinggi dan sangat luar biasa,"

Ferguson tak hanya memberi gelar di lapangan, tapi juga di luar lapangan. Jumlah penonton di kandang United naik dua kali lipat dari era 80an, terbantu dengan terus dikembangkannya fasilitas Old Trafford, sementara di penjuru dunia, United memiliki fan base terbesar hingga mencapai di atas 300 juta.

Edwards sangat bangga dengan prestasi tersebut dan memberi penghargaan tertinggi untuk Ferguson yang telah membawa United ke puncak sepak bola dunia. "Alex benar-benar pria sepak bola sejati, terus dan terus. Anda mungkin berpikir tentang Sir Matt Busby and Bill Shankly dan menempatkan Ferguson dalam jajaran tersebut. Sepak bola adalah segalanya bagi dia,"

"Ini adalah dedikasi dia dan benar-benar komitmen yang luar biasa untuk pekerjaan ini. Dia adalah seorang workaholic. Dari tahun 1990 sampai hari ini, hanya empat musim kami tak mendapat trofi. Dan hampir 20 tahun Premier League, kami hanya tiga kali finish di luar dua besar,"

"Menjuarai liga untuk pertama kalinya saat itu adalah prestasi luar biasa, karena kami 26 tahun tanpa juara. Kemudian Ferguson memberi kami gelar ganda tahun 1994, diulangi tahun 1996, dan diikuti treble winner 1999. Itu sangat fenomenal. Sejak tahun 1993, kami terus berkembang dan berkembang,"

Ketika Ferguson pensiun kelak, Edwards yakin United akan mendirikan patung bagi Feguson di Old Trafford, seperti halnya Sir Matt Busby dan tiga legenda Sir Bobby Charlton, George Best dan Denis Law.

"Saya yakin akan ada patung Alex Ferguson di masa depan. Itu adalah sebuah kepastian setelah semua yang telah ia berikan untuk klub ini,"

Daftar trofi juara Sir Alex Ferguson selama 25 tahun di Manchester United:

Premier League (12): 1993, 1994, 1996, 1997, 1999, 2000, 2001, 2003, 2007, 2008, 2009, 2011
Liga Champions (2): 1999, 2008
Piala FA (5): 1990, 1994, 1996, 1999, 2004
Piala Liga (4): 1992, 2006, 2009, 2010
Piala Winners (1): 1991
Intercontinental/World Club Cup (2): 1999, 2008
Charity/Community Shield (10): 1990, 1993, 1994, 1996, 1997, 2003, 2007, 2008, 2010, 2011
Piala Super Eropa (1): 1991
Total: 37

Selasa, 09 Agustus 2011

Piala Super Spanyol

Piala Super Spanyol: Madrid 4, Barcelona 0

Los Blancos selalu sukses mengangkat trofi dari empat kali pertemuan dengan Blaugrana.


 
Real Madrid punya catatan manis di Piala Super Spanyol saat bertemu seteru abadinya, Barcelona. Los Blancos selalu sukses mengangkat trofi dari empat kali pertemuan dengan Blaugrana.

Ya, sejak Piala Super Spanyol digelar pada tahun 1940 silam, Los Blancos dan Blaugrana baru bertemu empat kali. Dari empat pertemuan itu, Madrid selalu tampil sebagai pemenang.

Dan Agustus nanti, kedua tim akan kembali adu sikut di ajang yang sama. Madrid datang sebagai penguasa Piala Raja sedangkan Barcelona datang menyandang status sebagai jawara La Liga atau Liga Spanyol.

Duel pertama musuh bebuyutan ini di Piala Super Spanyol terjadi pada tahun 1988. Saat itu Madrid berhasil unggul 2-0 di pertemuan pertama dan hanya kalah 2-1 di kandang Barcelona.

Pada pertemuan kedua terjadi pada tahun 1990. Madrid berhasil mempermalukan Barcelona di Camp Nou dengan skor tipis 0-1 sebelum akhirnya menggulung Barca 4-1 di Santiago Bernabeu.

Kedua tim kembali bertemu tiga tahun kemudian atau  pada tahun 1993. Madrid yang lebih dulu menjadi tuan rumah berhasil menekuk Barca 3-1 dan sukses menahan imbang Barca 1-1 di Camp Nou.

Dan pertemuan terakhir dua raksasa Spanyol ini terjadi pada 1997 silam. Barcelona sempat unggul 2-1 di Camp Nou sebelum akhirnya dibalas Madrid. Pada pertemuan kedua, Madrid yang dimotori Raul Gonzalez sukses menghajar Barca dengan skor telak 4-1.
Namun Barcelona juga punya catatan yang pantas dibanggakan terkait dengan sejarah di Piala Super Spanyol. Klub Catalunya ini tercatat sebagai klub yang paling banyak merebut piala yakni sembilan kali. Sedangkan Madrid di urutan kedua dengan delapan kali juara.

Kini, kedua kubu akan kembali adu sikut dengan format masih mempertahankan laga kandang dan tandang. Real Madrid akan lebih dulu menjadi tuan rumah pada 14 Agustus sebelum giliran tandang ke Camp Nou pada 17 Agustus 2011.
Inilah Daftar Juara Piala Super Spanyol:
1982 Real Sociedad
1983 Barcelona
1984 Atletic Bilbao
1985 Atletico Madrid
1988 Real Madrid
1989 Real Madrid
1990 Real Madrid
1991 Barcelona
1992 Barcelona
1993 Real Madrid
1994 Barcelona
1995 Deportivo La Coruna
1996 Barcelona
1997 Real Madrid
1998 Mallorca
1999 Valencia
2000 Deportivo La Coruna
2001 Real Madrid
2002 Deportivo La Coruna
2003 Real Madrid
2004 Real Zaragoza
2005 Barcelona
2006 Barcelona
2007 Sevilla
2008 Real Madrid
2009 Barcelona
2010 Barcelona

Rekapitulasi Gelar Juara:
9 Gelar - Barcelona
8 - Real Madrid
3 - Deportivo La Coruna
1 - Atletico Madrid, Valencia, Real Zaragoza, Atletic Bilbao, Mallorca, Sevilla, Real Sociedad

Senin, 08 Agustus 2011

profil skuad Real Madrid

Fernando Morientes Sánchez
Date of birth 5 April 1976 (1976-04-05) (age 35)
Place of birth Cáceres, Spain
Height 1.86 m (6 ft 1 in)
Playing position Striker
Senior career*
Years Team Apps† (Gls)†
1993–1995 Albacete 22 (5)
1995–1997 Zaragoza 66 (28)
1997–2005 Real Madrid 182 (72)
2003–2004 → Monaco (loan) 28 (10)
2005–2006 Liverpool 41 (8)
2006–2009 Valencia 66 (19)
2009–2010 Marseille 12 (1)
Total 417 (143)
National team
1993–1994 Spain U18 12 (10)
1995 Spain U20 5 (1)
1995–1998 Spain U21 16 (4)
1996 Spain U23 2 (0)
1998–2007 Spain 47 (27)
di madrid 182x main 93 gol Full name Sabino Barinaga Alberdi
Date of birth August 15, 1922(1922-08-15)
Place of birth Durango, Spain
Date of death March 19, 1988(1988-03-19) (aged 65)
Playing position Striker
Senior career*
Years Team Apps† (Gls)†
1936–1939 Southampton
1939–1950 Real Madrid
1950–1953 Real Sociedad
– Real Oviedo
Teams managed
19XX–1955 Betis
1957–1959 Osasuna
1959–1960 Betis
1960–1961 Real Oviedo
1961–1963 Málaga CF
1963–1964 Atlético Madrid
1965–1966 Valencia
1966 Sevilla
1968 Betis
1968 Club América
1969–1970 RCD Mallorca
1971–1972 Morocco
1973–1974 Real Oviedo
1974–1975 Cádiz CF
1978 Real Oviedo
Full name Jaime Lazcano Escolá
Date of birth December 30, 1909
Place of birth Pamplona, Spain
Date of death June 1, 1983(1983-06-01) (aged 73)
Playing position Midfielder
Senior career*
Years Team Apps† (Gls)†
1928-35 Real Madrid 81 (37)
1935-36 Atlético Madrid 12 (1)
National team
1929-30 Spain 5 (1)
José Callejón
Personal information
Full name : José María Callejón Bueno
Date of birth : 11 February 1987 (age 24)
Place of birth : Motril, Spain
Height : 1.78 m (5 ft 10 in)
Playing position : Winger / Forward
Club information
Current club : Real Madrid
Number : 21
Raphaël Varane
Personal information
Full name : Raphaël Varane
Date of birth : 25 April 1993 (age 18)
Place of birth : Lille, France
Height : 1.91 m (6 ft 3 in)
Playing position : Centre back

Club information
Current club : Real Madrid
Number : 19
Youth career
2000–2002 Hellemmes
2002–2010 Lens
 
 
 
 
 

Minggu, 07 Agustus 2011

Community Shield 2011 di Derby Manchester Milik Siapa ?????

Community Shield 2011 di Derby Manchester Milik Siapa ?????

KOMPETISI Premier League 2011/2012 akan berlangung pada 13 Agustus 2011 mendatang. Sebagai pertandingan pembuka, akan disajikan laga antara Manchester United melawan Manchester City di New Wembley, London, Minggu malam ini (7/8/2011) ja 19.00 WIB live TV ONE........ Siapakah yang menang?

Seperti diketahui, pertandingan ini memang selalu menjadi ajang pembuka turnamen sepakbola Premier League. Status pertandingan yang awalnya bernama Sheriff of London Charity Shield ini, memang paling rendah di Inggris.
Tahun ini, pertandingan Community Shield akan mempertemukan antara United selaku pemenang Premier League, melawan City, sebagai pemegang gelar juara turnamen kasta kedua FA Cup tahun lalu.
Meski tercatat sebagai sebuah pertandingan kasta terendah di Inggris, tapi laga ini dipastikan akan menjadi sebuah pertandingan pembuka yang pas buat para pecinta sepakbola Premier League. Sebab, laga ini mempertemukan satu tim sekota.
Perlu diketahui, sejak pertandingan ini pertama kali berlangsung, Setan Merah tercatat sebagai pengumpul gelar juara terbanyak dengan raihan 18 kali (14 menang dan 4 gelar bersama). Skuad Sir Alex Ferguson unggul tiga gelar dari pesaing terdekat Liverpool.Mungkin, Ferguson akan menganggap pertandingan ini layaknya sebuah laga pramusim. "Ini memang sangat menarik, karena dua klub dari Manchester akan saling berhadapan. Tapi, kami akan mencoba beberapa hal baru. Kami memiliki satu pekan untuk persiapan," kata asisten pelatih Mike Phelan, kemarin.
Tapi, tentu tidak demikian buat City. Sebab, skuad besutan Roberto Mancini ini tentu akan bermain maksimal untuk meraih kemenangan, demi menambah rasa percaya diri menghadapi kompetisi Premier League.

“Saya selalu memandang Community Shield sebagai batu loncatan laga pembuka musim baru. Akan sangat mudah menemukan tingkat emosional di laga ini, tapi saya tidak berpikir akan mengubah kebijakan yang kami buat sebelumnya, yakni membentuk kekuatan tim. Mungkin hanya ada dua atau tiga pemain yang sangat diperlukan pada laga ini untuk melihat mereka bermain dalam sebuah pertandingan besar,” tanda Ferguson, seperti yang dikutip The Mirror.
Pelatih yang kerab disapa Fergie itu memutuskan tidak akan menurunkan Michael Carrick dan Javier Hernandez akibat cedera. Ia tampaknya akan lebih banyak menurunkan pemain muda dan pemain anyarnya, seperti Tom Cleverley, David de Gea, Ashley Young, dan Phil Jones. Namun Nani dan Wayne Rooney kemungkinan akan tetap menjadi andalan di lini depan tim berjuluk Setan Merah tersebut.
Sebaliknya, City tidak diperkuat bomber sekaligus kapten mereka, Carlos Tevez yang masih menjalani cuti pasca memperkuat timnas Argentina di Copa America 2011. Namun bomber anyar yang ditransfer dari Atletico Madrid, Sergio Aguero sudah dipersiapkan Mancini untuk menjadi penggantinya. Bagi Aguero, laga ini akan menjadi ajang untuk beradaptasi sekaligus membuktikan tajinya sebagai pemain termahal kedua di bursa tranfer Inggris setelah Fernando Torres.

Well, gelar Community Shield ini menjadi milik Siapakah? Mari kita nantikan pertandingan nanti malam19.00 WIB LIVE MNCTV,

Berikut pengumpul gelar Community Shield terbanyak:
Manchester United 18 (14/4): 1908, 1911, 1952, 1956, 1957, 1965*, 1967*, 1977*, 1983, 1990*, 1993, 1994, 1996, 1997, 2003, 2007, 2008, 2010
Liverpool 15 (10/5): 1964*, 1965*, 1966, 1974, 1976, 1977*, 1979, 1980, 1982, 1986*, 1988, 1989, 1990*, 2001, 2006
Arsenal 12 (11/1): 1930, 1931, 1933, 1934, 1938, 1948, 1953, 1991*, 1998, 1999, 2002, 2004
Everton 9 (8/1): 1928, 1932, 1963, 1970, 1984, 1985, 1986*, 1987, 1995
Tottenham Hotspur 7 (4/3): 1921, 1951, 1961, 1962, 1967*, 1981*, 1991*
Chelsea 4: 1955, 2000, 2005, 2009
Wolverhampton Wanderers 4 (1/3): 1949*, 1954*, 1959, 1960*
Manchester City 3: 1937, 1968, 1972
Leeds United 2: 1969, 1992
Burnley 2 (1/1): 1960*, 1973
West Bromwich Albion 2 (1/1): 1920, 1954*

REKOR PERTEMUAN:
16-04-11, Man City v Man United 1-0
12-02-11, Man United v Man City 2-1
10-11-10, Man City v Man United 0-0
17-04-10, Man City v Man United 0-1
27-01-10, Man United v Man City 3-1

PRAKIRAAN PEMAIN:
Man. City (4-2-3-1): Joe Hart (kiper); Micah Richards, Joleon Lescott, Vincent Kompany, Gael Clichy; Nigel De Jong, Gareth Barry; Yaya Toure, David Silva, James Milner; Mario Balotelli.
Man. United (4-3-2-1): David De Gea (kiper); Fabio da Silva, Nemanja Vidic, Chris Smalling, Patrice Evra; Phil Jones, Anderson, Tom Cleverley; Ashley Young, Nani; Wayne Rooney
FA Community Shield (sebelumnya The Charity Shield FA) secara tradisional permainan pembukaan musim sepak bola Inggris dalam negeri, fixture barang pameran yang diperebutkan antara musim sebelumnya juara Liga Primer Inggris dan Piala FA Inggris pemenang. Ketika sebuah tim klaim kedua piala, seperti yang terjadi pada tahun 2010 dengan Chelsea, lawan adalah Premier League runner-up (2nd place). Pertandingan biasanya menarik penonton Stadion Wembley kapasitas (hingga 90.000 penonton).

Sebuah pertandingan sepak bola tahunan dating kembali ke 1899, FA Community Shield pertandingan dimainkan di depan kerumunan kapasitas di Stadion Wembley London nasional. FA Community Shield ini disponsori oleh rantai makanan cepat saji McDonald. Pemegang Komunitas Perisai/juara bertahan saat ini Manchester United FC (foto) yang mengalahkan Chelsea 3-1 London di Wembley pada bulan Agustus 2010.
 
Daftar Juara Community Shield

1908: Manchester United
1909: Newcastle United
1910: Brighton dan Hove Albion
1911: Manchester United
1912: Blackburn Rovers
1913: Profesional Inggris XI
1914-1919: Perang Dunia I
1920: West Bromwich Albion
1921: Tottenham Hotspur
1922: Huddersfield Town
1923: Profesional Inggris XI
1924: Profesional Inggris XI
1925: Amatir Bahasa Inggris XI
1926: Amatir Bahasa Inggris XI
1927: Cardiff City
1928: Everton
1929: Profesional Inggris XI
1930: Arsenal
1931: Arsenal
1932: Everton
1933: Arsenal
1934: Arsenal
1935: Sheffield Wednesday
1936: Sunderland
1937: Manchester City
1938: Arsenal
1939-1947: Perang Dunia II
1948: Arsenal
1949: Portsmouth
1950: Inggris Piala Dunia XI
1951: Tottenham Hotspur
1952: Manchester United
1953: Arsenal
1954: Wolverhampton Wanderers
1955: Chelsea
1956: Manchester United
1957: Manchester United
1958: Bolton Wanderers
1959: Wolverhampton Wanderers
1960: Burnley
1961: Tottenham Hotspur
1962: Tottenham Hotspur
1963: Everton
1964: Liverpool
1965: Manchester United
1966: Liverpool
1967: Manchester United
1968: Manchester City
1969: Leeds United
1970: Everton
1971: Leicester City
1972: Manchester City
1973: Burnley
1974: Liverpool
1975: Derby County
1976: Liverpool
1977: Manchester United
1978: Nottingham Forest
1979: Liverpool
1980: Liverpool
1981: Aston Villa
1982: Liverpool
1983: Manchester United
1984: Everton
1985: Everton
1986: Everton
1987: Everton
1988: Liverpool
1989: Liverpool
1990: Liverpool
1991: Arsenal
1992: Leeds United
1993: Manchester United
1994: Manchester United
1995: Everton
1996: Manchester United
1997: Manchester United
1998: Arsenal
1999: Arsenal
2000: Chelsea
2001: Liverpool
2002: Arsenal
2003: Manchester United
2004: Arsenal
2005: Chelsea
2006: Liverpool
2007: Manchester United
2008: Manchester United
2009: Chelsea
2010: Manchester United

Corazon Classic Match 2011

Senin dinihari 6 Juni 2011 01.30 WIB

Skuad Real Madrid:
Paco Buyo, Coke Contreras, Pedro Jaro, Miguel Porlan Chendo, Roberto Rojas, Rafael García Cortés, Luis Miguel Ramis, Oscar Rubio, Ricardo Gallego, Manolo Sanchis, Andrés Sabido, Zinedine Zidane, Julio Llorente, Emilio Butragueño, Iván Pérez, Dani García Lara, Luis Figo, Alfonso Pérez, José Emilio Amavisca, Jesús Enrique Velasco, Christian Karembeu, Víctor Sánchez del Amo, Fernando Sanz, Iván Helguera, Fernando Morientes, Davor Suker, Pedja Mijatovic, Carlos Alonso Santillana (kapten)
Coach: Amancio


Skuad FC Bayern Muenchen:
Klaus Augenthaler, Paul Breitner, Andreas Brehme, Harald Cerny, Giovane Elber, Thomas Helmer, Walter Junghans, Ludwig Kögl, Robert Kovac, Niko Kovac, Oliver Kreuzer, Roy Makaay, Hans Pflügler, Stefan Reuter, Karl-Heinz Rummenigge, Willy Sagnol, Paulo Sergio, Michael Tarnat, Marcel Witeczek, Matthias Zimmermann.
Coaches: Udo Lattek, Wolfgang Dremmler

Video 9 kali Madrid juarai Liga Champion

Silahkan download video Real Madrid saat Final Champions, klik link di bawah ini !!

A. Liga Champions Era Lama (Bernama Champions of Europe)

1. Final Champions 1956, Real Madrid vs Stade De De Reims :http://www.youtube.com/watch?v=XOUhILOqa40

2. Final Champions 1957, Real Madrid vs Fiorentina :http://www.youtube.com/watch?v=xj8cn5FUo8Y

3. Final Champions 1958, Real Madrid vs Ac Milan :http://www.youtube.com/watch?v=hNpZ5nqjwgs

4. Final Champions 1959, Real Madrid vs Stade De De Reims :http://www.youtube.com/watch?v=3oMlzZeQB_4

5. Final Champions 1960, Real Madrid vs Eintracht Frankfurt :http://www.youtube.com/watch?v=_fJeYawCTWE

6. Final Champions 1966, Real Madrid vs Partizan B. :http://www.youtube.com/watch?v=TIwu2VZwK_s


B. Liga Champions Era Baru (Bernama Champions League)

7. Final Champions 1998, Real Madrid vs Juventus :
part1: http://www.youtube.com/watch?v=MNWNTw4o-6s
part2: http://www.youtube.com/watch?v=lb_hezm0zOw

8. Final Champions 2000, Real Madrid vs Valencia :
part1: http://www.youtube.com/watch?v=jYZpTzftd84
part2: http://www.youtube.com/watch?v=ft7uT4mTotU

9. Final Champions 2002, Real Madrid vs Bayern Leverkusen :http://www.youtube.com/watch?v=xfp5L0nM-94


Courtesy of Youtube


HALA MADRID !! Kami tunggu tahun depan untuk menjuarai champions yang ke-10 dan seterusnya